KUALITAS BRIKET ARANG BERDASARKAN KOMPOSISI CAMPURAN ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria)

Rindayatno Rindayatno, Dorotea Omi Lewar

Abstract


 

Limbah kayu yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket arang antara lain adalah serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik dari campuran arang dari serbuk gergaji kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) dan kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dalam menghasilkan kualitas briket arang yang baik.

Penelitian menggunakan komposisi campuran arang yaitu Ulin 100% (A), Ulin 75% dan Sengon 25% (B), Ulin 50% dan Sengon 50% (C), Ulin 25%% dan Sengon 75% (D), dan Sengon 100% (E). Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan. Faktor kualitas yang diuji adalah kerapatan, kadar air, keteguhan tekan, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon terikat dan nilai kalor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan 0,53-0,64 g/cm3, kadar air 7,76-7,94%, keteguhan tekan 22,67-35,21 kg/cm2, kadar zat mudah menguap 26,70-31,10%, kadar abu 2,60-6,00%, karbon terikat 62,90-70,70% dan nilai kalor 6.459,33-6.582,00 kal/g.

Kualitas briket arang terbaik dihasilkan dari komposisi campuran arang Ulin 100% yaitu kerapatan 0,64 g/cm3, kadar air 7,79%, keteguhan tekan 35,21 kg/cm2, zat mudah menguap 26,70%, kadar abu 2,60%, kadar karbon terikat 70,70% dan nilai kalor 6.582,00 kal/g. Hasil pengujian terhadap briket arang yang dihasilkan (kecuali nilai kerapatan) telah memenuhi Standar Kualitas Briket Arang Dalam Negeri (P3HH), dan sebagian memenuhi standar SNI, Jepang, Inggris, dan Amerika.


Full Text:

PDF

References


Buku

Martawijaya, A., (2005). Atlas Kayu Indonesia. Jilid I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

Skripsi/tesis/disertasi (tidak dipublikasi)

Fazaria (2013). Analisis Manfaat Ekonomi Pengolahan Limbah Serbuk Gergaji. Departeman Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor (tidak diterbitkan).

Julian (1998). Pengaruh Komposisi Serbuk Arang Limbah Kayu Meranti Merah (Shorea leprosula) dengan Serbuk Arang Sekam Padi terhadap Kualitas Briket Arang. Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda (tidak diterbitkan).

Kurniati (2001). Pengaruh Komposisi Serbuk Arang dari Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dan Tempurung Kelapa (Endocarp) terhadap Kualitas Briket Arang. Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda (tidak diterbitkan).

Maryadi, Y. (2008). Kualitas Briket Arang dari Campuran Kayu Mahoni (Switenia mahagoni Jacq.), Tempurung Kelapa dan Limbah Batubara. Skripsi Sarjana Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda (tidak diterbitkan).

Laporan Penelitian

Sudrajat, R. (1982). Produksi Arang dan Briket Arang serta Prospek Pengusahaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

Sudrajat, R. (1983). Pengaruh Bahan Baku, Jenis Perekat dan Tekanan Pengempaan terhadap Kualitas Briket Arang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

Hartoyo (1983). Pembuatan Arang dan Briket Arang Secara Sederhana dari Serbuk Gergaji dan Limbah Industri Perkayuan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Januardi (1989). Pengaruh Tekanan Pengempaan dan Jenis Perekat terhadap Kualitas Briket Arang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Yuliansyah, dkk. (2010). Status Litbang Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn). Balai Besar Penelitian Dipterocarpa. Samarinda.

Website

Anonim (2000, June 30). Syarat Mutu Briket Arang Kayu. Badan Standardisasi Nasional 2017. Retrieved June 20, 2017, from http://sisni.bsn.go.id/index.php/sni_main/sni/detail_sni/5781


Refbacks

  • There are currently no refbacks.