STRATEGI NAFKAH PENYADAP GETAH PINUS (Pinus merkusii) DI DESA PANJALU, KECAMATAN PANJALU, CIAMIS

Suhartono Suhartono, Ary Widiyanto

Abstract


Production of Pine sap is one of the main sources of income of Perum Perhutani. Therefore, its sustainability becomes very important and should give economic benefit to the tappers. The purpose of this study is to examine the amount of income obtained by sap tappers their household livelihood strategies. The results showed that the average of tappers income from this activity was between Rp 1.224.000- Rp 1.620.000. Factors affecting tappers income and tapping results are: 1) tapping ability, 2) amount of time and workday, 3) tapping period 4) number of trees able to be tapped per day, 5) land conditions, and 6) weather and season factors. Sap tapping was not the main source of income for respondents because their main occupations are majority farmers and breeders. They left tapping activity and back to farming activity during the rainy season, when the production of sap decreased.

Keywords: sap, tappers, income, strategy



Full Text:

PDF

References


Adhi, Y.A. 2008. Pengaruh Jumlah Sadapan terhadap Produksi Getah Pinus dengan Metode Koakan di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

Azis, F. 2010. Peningkatan Produktivitas Getah Pinus melalui Penggunaan Stimulansia Organik. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

[Badan Litbang Dephut] Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan. 1996. Kajian Teknis Ekonomis Pengolahan Gondorukem dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah (Studi Kasus di PGT Paninggaran dan PGT Cimanggu). Kerjasama Litbang Kehutanan dengan Universitas Sebelas Maret. Bogor.

[BPS Ciamis] Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis. 2013. Ciamis Dalam Angka 2013. Ciamis.

Cahyono. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Petani Menyadap Pinus di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gombong Tekno Hutan Tanaman Vol.4 No.2, Agustus 2011, 49 – 56.

Doan, A.N.G. 2007. Ciri-ciri Fisik Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) Banyak Menghasilkan Getah dan Pengaruh Pemberian Stimulansia serta Kelas Umur terhadap Produksi Getah Pinus di RPH Sawangan dan RPH Kemiri KPH Kedu Selatan, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

Huda, C. 2011. Kontribusi Pendapatan Penyadap Getah Pinus Terhadap Kebutuhan Rumah Tangga Masyarakat Sekitar Hutan Di KPH Banyuwangi Utara. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

Jariyah, N.A. 2005. Peranan Pendapatan Dari Penyadapan Getah Pinus Merkusii Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Burat, KPH Kedu Selatan). Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3

Kasmudjo. 1992. Usaha Stimulan pada Penyadapan Getah Pinus. Duta Rimba No. 149/XVII. Jakarta.

Natalia, L.H. 2010. Penentuan Waktu Standar Penyadapan Getah Pinus di Hutan Pendidikan Gunung Walat Kabupaten Sukabumi. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

Ningrum, A.D.K.. 2006. Analisis Pendapatan Penyadap Getah Pinus merkusii Jungh et de Vriese dan Hubungannya dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Penyadapan Getah di BKPH Karangkobar KPH Banyumas Timur. Skipsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan.

Perum Perhutani. 2012. Laporan Tahunan 2011. Perum Perhutani. Jakarta.

Perum Perhutani. 2017. Laporan Tahunan 2016: Mengubah Budaya Kerja Menguatkan Usaha. Perum Perhutani. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.