KOMPOSISI JENIS TUMBUHAN BAWAH DI LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATUBARA

Krisna Adib Setiawan, Sutedjo Sutedjo, Paulus Matius

Abstract


Salah satu komponen dari ekosistem hutan hujan tropis adalah tumbuhan bawah. Tumbuhnya secara alami tumbuhan bawah di lahan pasca tambang batubara akan membantu dalam proses memulihkan lahan hutan yang terganggu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tumbuhan bawah dan jenis pionir alami di lahan pasca tambang batubara dalam hal kekayaan jenis, keragaman jenis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak di lahan revegetasi. Hasil inventarisasi diluar lahan revegetasi dijumpai 71 jenis tumbuhan bawah, sedangkan di lahan revegetasi dijumpai 43 jenis tumbuhan bawah. Dari kedua lokasi penelitian, jenis tumbuhan bawah di lahan sekeliling lokasi penelitian dijumpai lebih banyak. Jika dibandingkan dengan data rona awal, jenis tumbuhan bawah lebih beragam pada saat penelitian dilakukan. Kondisi tersebut diduga karena tempat penelitian sebelum dilakukan penambangan merupakan hutan sekunder bekas hutan produksi yaitu Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Di lahan revegetasi terdapat 4 jenis tumbuhan pionir yaitu Homalanthus populneus (Geiseler) Pax., Macaranga gigantea (Rchb.f. & Zoll.) Muell.Arg.,Macaranga tanarius (L.) Muell.Arg., dan Trema orientalis L. (Blume). Lahan pasca tambang batubara merupakan lahan yang mengalami gangguan berat, serta merupakan komunitas yang terkendali oleh manusia, sehingga memiliki keragaman jenis yang rendah.


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2014. 100 of the World’s Worst Invasive Alien Species: A Selection From the Global Invasive Species Database. Auckland: ISSG/SSC /IUCN.

Anonim. 2013. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Reklamasi Periode 2013. Kutai Timur: PT Kitadin site Tandung Mayang Kutai Timur.

Anonim. 2017. A New Subfamily Classification of the Leguminosae Based on A Taxonomically Comprehensive Phylogeny. Zurich Open Repository and Archive, University of Zurich. Taxon, 66 (1): 44-77.

Alpert, P., E. Bone, and C. Holzapfel. 2000. Invasive, Invasibility, and the Role of Enviromental Stressin the Spread of Non-Native Plants. Prespectives in Plant Ecology Evolution and Systematic 3: 52-66.

Arief, Arifin. 1994. Hutan Hakikat Hutan dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Aththorick, T.A. 2005. Kemiripan Komunitas Tumbuhan Bawah pada Beberapa Tipe Ekosistem Perkebunan di Kabupaten Labuhan Batu. Jurnal Komunikasi Penelitian. 17 (5): 42-48.

Barbour, G.M., J.K. Burke, and W.D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. Los Angeles: The Benjamin/Cummings Publishing Company. Inc.

Barnes, B.V., D.R. Zak, S.R. Denton, and S.H. Spurr. 1997. Forest Ecology. Fourt Edition. John Wiley & Sons Inc. New York.

Brockerhoff, Eckehard G., Hervé Jacte, John A. Parrotta, Christopher Quine, and Jeffrey Ayer. 2008. Plantation Forests and Biodiversity: Oxymoron or Opportunity? Biodiversity and Conservation 17(5): 925-951.

Djufri. 2010. Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Tegakan Akasia di Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Jurnal Biologi Edukasi,Vol. 2 No. 2 http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JBE/article/ view/436. (Diakes pada tanggal 09 September 2016, 0:54 Wita).

Indriyanto. 2012. Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Irwan, Z.D. 1992. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Juhaeti, Titi, N. Hidayati, F. Syarif dan S. Hidayat. 2009. Uji Potensi Tumbuhan Akumulator Merkuri untuk Fitoremediasi Lingkungan Tercemar Akibat Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Leuwi Bolang, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor. Jurnal Biologi Indonesia 6 (1):1-11.

Kusmana, C. 1997. Metode Survei Vegetasi. Bogor: ITB Press.

Leksono, Amin S. 2011. Keanekaragaman Hayati: Teori dan Aplikasi. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Magurran, A.E. 1988. Ecological Diversity and It’s Measurement. Chapman and Hall: USA.

Mukhtar, A.S. 2012. Keadaan Suksesi Tumbuhan pada Kawasan Bekas Tambang Batubara di kalimantan Timur (Plant Succession at Ex Coal Mine area in East Kalimantan). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam,Vol. 9 No. 4: 341-350,2012.http://ejournal.fordamof.org/latihan/index.php/JPHKA/article/view/1102. (Diakes pada tanggal 25 September 2016, 14:54 Wita).

Odum, E.HLM. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Terjemah oleh Tjahjono Samingan dari buku Fundamental of Ecology. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Orr SP, Rudgers JA, Clay K. 2005. Invasive Plants Can Inhibit Native Tree Seedling: Testing Potential Allelopathic Mechanism. Pl Ecol 181: 153-165.

Sastroutomo, S. 1990. Ekologi Gulma. Jakarta: Gramedia.

Segupta M. 1993. Enviromental Impact of Mining: Monitoring, Restoration, and Control. Boca Raton: Lewi Publisher.

Setiadi, D. 2005. Keanekaragaman Spesies Tingkat Pohon di Taman Wisata Alam Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Biodiversitas Vol.8 (2): 118122.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Jakarta: Pernerbit Usaha Nasional.

Soerianegara, I., dan A. Indrawan. 2008. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sutedjo. 2011. Succession at Secondary Stands in Bukit Soeharto Research and Education Forest. Ecology and Conservation Journal for Tropical Studies. Ecositrop Vol. 1 No. 1 2011.

Valkenburg, J.L.C.H. van, and N. Bunyapraphatsara. 2003. Plant Resources of South-East Asia 12 (2) Medical and Poisonous Plants. Bogor: Prosea Foundation.

Widyati, Enny. 2011. Potensi Tumbuhan Bawah Sebagai Akumulator Logam Berat untuk Membantu Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang. Pusat Penelitian Produktivitas Hutan. Jurnal mitra Hutan Tanaman. Vol. 6 (2): 37-55.

Wirakusumah, Sambas. 2003. Dasar-Dasar Ekologi bagi Populasi dan Kamunitas. Jakarta: Universitas Indonesia (UI – Press).

Yassir, Ishak, dan Wilarso S. 2007. Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Lahan Kritis di Samboja, Kalimantan Timur (Understory Diversity in MarginalLand in Samboja, East Kalimantan). Jurnal Info Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konervasi Alam Bogor. Vol. IV No. 3.

Yassir, Ishak, dan Wilarso S. 2007. Potensi dan Status Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) pada Lahan Kritis di Samboja Kalimantan Timur (Potency and Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) Status in Marginal Land in Samboja East Kalimantan). Jurnal Info Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam Bogor. Vol. IV No. 2.

Yassir, Ishak, dan Arbainsyah. 2011. Diversity of Plant Communities Upon Secondary Succession in Imperata Grassland of East Kalimantan, Indonesia. Disampaikan dalam International Meeting Strengthening forest Science and Technology for Better Forestry Development.

Yassir, Ishak dan Bina Swasta Sitepu. 2014. Jenis-Jenis Tumbuhan Bawah dari Proses Regenerasi Alami di Lahan Bekas Tambang Batubara. Balikpapan: Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam.

Yassir, Ishak, dkk. 2015. Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop) untuk Reklamasi Tambang Batubara. Balikpapan: Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.