PENGARUH PENAMBAHAN TAWAS PADA CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR LOKAL KALIMANTAN TIMUR DAN AGREGAT HALUS EX. MAHAKAM DITINJAU DARI KUAT TEKAN

Fachriza Noor Abdi, Heri Sutanto, Elmo Dwi Prandaka

Abstract


Perkembangan teknologi beton terutama beton mutu tinggi sekarang ini sangat pesat. Berbagai penelitian dan percobaan di bidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan. Pada dasarnya bahan pembuatan beton mutu tinggi sama dengan bahan pembuatan beton normal, tetapi untuk meningkatkan kuat tekannya perlu menggunakan bahan tambah dan jenis agregat tepat dalam campuran beton. Jenis bahan tambah yang dipakai dalam penelitian ini adalah bahan tambah Tawas yang dipasaraan .
Penelitian ini dimulai dengan pengujian terhadap masing-masing bahan penyusun dan membuat rancangan adukan beton berdasarkan metode SKSNIT-15-1990-03 menggunakan 6 (enam) variasi, yaitu : 0%, 1%, 2%, dan 3% Tawas dari berat semen. Mutu beton yang direncanakan K-350, selanjutnya adalah pembuatan benda uji berbentuk kubus dengan ukuran tiap sisinya 15 cm sebanyak 36 benda uji dimana untuk setiap variasi sebanyak 3 benda uji. Pengujian kuat tekan beton dilakukan setelah beton berumur 7 hari dievaluasi berdasarkan SNI 03-1974-1993.
Hasil penelitian dari nilai kuat tekan beton dengan penambahan Tawas Belum mencapai kuat tekan rencana. Penggunaan bahan tambah Tawas sebesar 1%, 2%, dan 3%, berdasarkan penambahan Tawas secara berturut- turut dengan pengujian 7 hari agregat Batu Besaung, Senoni, dan Sambera didapatkan kuat tekan beton tertinggi persentase 1%, nilai kuat tekan 399,85 kg/cm2 ,meningkat 8,3%, kadar optimum 2,24% pada Batu besaung persentase 1%, nilai kuat tekan 433,25 kg/cm2 meningkat 3,4%, kadar optimum 2,31% pada Senoni persentase 2%, nilai kuat tekan 338,60 kg/cm2, meningkat 11,2% kadar optimum 1,35%,pada Sambera, kadar optimum penambahan tawas 1% hingga 2%.


Kata kunci: Tawas, Bahan Tambah, Kuat Tekan.


Full Text:

PDF

References


Tri Mulyono.,2004, TEKNOLOGI BETON, Edisi II, Yogyakarta:Andi

Paul Nugraha, dan Antoni.,2007, TEKNOLOGI BETON (dari material, pembuatan, kebeton kinerja tinggi). Yogyakarta:Andi

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Kadar Air Agregat. SNI 03-1971-1990.

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Slump Beton. SNI 03-1972-1990.

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SNI 03-1974-1990.

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Keausan Agregat Mesin Abrasi Los Angeles. SNI 03-2417-1991

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Kasar dan Halus. SNI 03-1968-1990

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 03-1969-1990

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. SNI 03-1970-1990

Rr. Danar mastutu widiyani, Tinjauan nilai slump dan kuat desak beton terhadap variasi pemakaian tawas sebagai bahan tambah. Yogyakarta.

Frans Erick Purba, Studi kuat tekan beton dengan bahan tambah waterproof damdex menggunakan agregat kasar ex. Palu dan agregat halus ex. Pasir laut Balikpapan. Samarinda

Budi santoso, Pengaruh penambahan silica fume pada campuran beton menggunakan agregat kasar palu dan agregat halus pasir palu ditinjau dari kuat tekan. Samarinda

Wahyudi, Perbandingan nilai kuat tekan beton sampel core drill dan sampel beton normal dengan menggunakan agregat lokal sambera Kalimantan timur. Samarinda


Refbacks

  • There are currently no refbacks.