PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON NORMAL

Nawati Nawati, Tumingan Tumingan, Rafian Tistro

Abstract


Beton merupakan salah satu bahan kontruksi struktur jalan, jembatan dan bangunan lainnya. Penelitian ini menggunakan tempurung kelapa dipecah secara manual sebagai pengganti agregat kasar batu pecah ½ . Pemilihan tempurung kelapa sebagai bahan campuran beton karena strukturnya yang keras, tahan air, tidak fleksibel dan tidak mudah dibentuk sehingga mampu mempertahankan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang dimiliki tempurung kelapa diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempurung kelapa terhadap nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dalam campuran beton normal. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan tempurung kelapa sebesar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton sebesar 7,7% dari beton normal. Sedangkan pada kuat tarik belah beton penambahan tempurung kelapa belum mempengaruhi kuat tarik hingga umur pengujian 28 hari, setelah umur beton 56 hari penambahan tempurung kelapa dengan kadar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat Tarik belah sebesar 0,08 MPa atau 1,7 % dari beton normal.

Kata kunci : Tempurung Kelapa, Kuat Tekan Beton, Kuat Tarik Belah Beton.


Full Text:

PDF

References


Handayani, Noviyanthy. 2015. “ Beton Ringan Tempung Kelapa”

Jacky, Debora Elnov, Anggi Debrinda Rama, Rizky Fernando, Rachmansyah. 2018. “Pengaruh Pecahan Tempurung Kelapa Sebagai Pengganti Agregat Kasar Dalam Campuran Beton”. Tugas Akhir, Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat.

Mulyono, Tri. 2003. “Teknologi Beton”. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Standar Nasional Indonesia 03-1968-1990. “Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar”.

Standar Nasional Indonesia 03-1969-2008. “Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Kasar ”.

Standar Nasional Indonesia 03-1970-2008. “Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus ”.

Standar Nasional Indonesia 03-1971-2011. “Metode Pengujian Kadar Air Agregat”.

Standar Nasional Indonesia 03-1972-1990. “Metode Pengujian Slump Beton ”.

Standar Nasional Indonesia 03-1974-1990. “Metode Pengujian Kuat Tekan Beton”.

Standar Nasional Indonesia 03-2491-2002. “Metode Pengujian Kuat Tarik Belah Beton”.

Standar Nasional Indonesia 03-2417-2008. “Metode Pengujian Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles”.

Standar Nasional Indonesia 03-2847-2000. “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”.

Standar Nasional Indonesia 03-4804-1998. “Metode Pengujian Bobot Isi Dan Rongga Udara Dalam Agregat ”.

Standar Nasional Indonesia 03-6826-2002. “Metode Pengujian Konsistensi Normal Semen Portland Dengan Menggunakan Alat Vicat Untuk Pekerjaan Sipil ”.

Standar Nasional Indonesia 03-6827-2002. “Metode Pengujian Waktu Ikat Awal Semen Portland Dengan Menggunakan Alat Vicat Untuk Pekerjaan Sipil ”.

Tumingan, (2017) Splitting Tensile of Concrete With Pond Ash as Replacement of Fine Aggregate, International Journal of Innovative Research in Advanced Engineering ( IJIRAE ), Volume 4, Issue 10, October 2017.

Tumingan, Tjaronge, M W., Djamaluddin, Rudy., dan Sampebulu, Victor., Compression Strength Of Concrete With Pond Ash As Replacement Of Fine Aggregate, ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences, Vol. 9, No. 12, December 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.