ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN GEOTEKSTIL TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH LEMPUNG DI KOTA SAMARINDA

Agmi Dimas Isbusandi

Abstract


Dalam perencanaan suatu bangunan haruslah diperhatikan kemampuan tanah tersebut dalam memikul gayagaya di atasnya, sehingga kegagalan konstruksi akibat keruntuhan tanah dapat dihindari. Untuk mengatasi
masalah tersebut, perlu dilakukan suatu perkuatan tanah sehingga dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah yang diuji berdasarkan sistem klasifikasi Unified
dan AASHTO, mengetahui nilai daya dukung ultimit (qult) untuk tanpa perkuatan, 1 lapis serta 2 lapis geotekstil, dan mengetahui persentase peningkatan daya dukung tanah lempung pada fondasi dangkal ditinjau
dari nilai Bearing Capacity Ratio (BCR). Geotekstil merupakan salah satu jenis geosintetik yang berfungsi untuk memperbesar daya dukung tanah.
Dalam penelitian ini, prosedur yang dilakukan adalah pengujian sifat fisis tanah untuk memastikan sampel tanah yang diuji merupakan tanah lempung sesuai sistem klasifikasi Unified dan AASHTO. Uji pembebanan
fondasi dangkal dilakukan dengan menggunakan tiga model uji yang berbeda untuk masing-masing tanah sampel, untuk mendapatkan kapasitas daya dukung dari pemodelan yang dibuat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tanah yang digunakan termasuk tanah lempung sesuai sistem klasifikasi Unified dan AASHTO. Sampel tanah yang menggunakan perkuatan 1 lapis dan 2 lapis geotekstil
mengalami peningkatan daya dukung ultimit dibandingkan dengan sampel tanah tanpa perkuatan, yang juga dapat dilihat dari nilai Bearing Capacity Ratio (BCR).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.