ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS PADA PERJALANAN KE PUSAT PERBELANJAAN BERBASIS RUMAH DI KOTA SAMARINDA

Muhammad Jazir Alkas

Abstract


Kemacetan lalu lintas pada jalan perkotaan telah menjadi topik utama permasalahan di Negara berkembang termasuk Indonesia. Jumlah pengendara bermotor di kota Samarinda pada tahun 2016 tercatat
sebesar 93.355 unit. Banyaknya jumlah kendaraan ini berdampak pada bertambahnya volume lalu lintas. Gebang Perumahan Bumi Sempaja jalan P.M. Noor hingga Mall Lembuswana jalan M. Yamin merupakan jalan
yang berperan penting dalam melayani arus lalu lintas yang cukup besar.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada perjalanan dari gerbang Perumahan Bumi Sempaja hingga Mall Lembuswana, mengetahui lama waktu tunda yang terjadi dan mengetahui selisih besarnya biaya perjalanan akibat tundaan yang terjadi pada jaringan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari pada hari-hari akhir pekan pada 3 jam puncak dan 3 jam tak puncak, tidak dilakukan verifikasi volume kendaraan pada ruas jalan, analisis kinerja jaringan jalan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), analisis biaya operasi kendaraan dilakukan dengan menggunakan metode LAPI-ITB dan hanya pada kendaraan golongan I.
Pada penelitian ini menunjukkan jalan yang diteliti yang memiliki derajat kejenuhan paling signifikan adalah pada jam puncak pada simpang gerbang Perumahan sebesar 1,01, simpang 4 Sempaja sebesar 1,08,
simpang Pramuka sebesar 1,10 dan simpang Vorvo sebesar 1,24. Lama waktu tunda yang terjadi pada jam puncak sebesar 328,2 detik/smp pada arah pergi dan 403,3 detik/smp pada arah pulang, pada jam tak puncak
sebesar 157,9 detik/smp pada arah pergi dan 221,3 detik/smp pada arah pulang. Besarnya selisih biaya tundaan yang terjadi sebesar Rp 8.368.669/hari pada arah pergi dan Rp 7.441.176/hari pada arah pulang.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.