ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) PENGGUNA JAKARTA LIGHT RAIL TRANSIT (JAKARTA LRT)

Dwi Novi Wulansari

Abstract


Salah satu bentuk usaha Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum adalah dengan membangun Jakarta Light Rail Transit (Jakarta LRT). Tarif Jakarta LRT merupakan salah satu kebijakan perlu dikaji agar penyediaan layanan angkutan sesuai kemampuan beli masyarakat dengan tetap memperhatikan kelangsungan hidup dan pengembangan usaha Jakarta LRT. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besaran tarif Jakarta LRT yang mempertimbangkan kemampuan membayar (Ability to Pay,ATP) dan kesediaan membayar (Willingness to Pay, WTP) calon pengguna (user). Pada penelitian ini
analisis nilai ATP menggunakan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method, TCM) dan nilai WTP menggunakan pendekatan Discrete Choice Analysis dengan model logit binomial. Pengguna moda yang ditinjau adalah pengguna sepeda motor, mobil (pribadi), bus Transjakarta dan KRL-Commuter Jabodetabek. Hasil analisis keempat pengguna moda yang ditinjau menunjukkan bahwa nilai WTP lebih kecil daripada nilai ATP, hal ini menunjukan bahwa kesediaan membayar pengguna moda lebih kecil
daripada kemampuan membayarnya. Selain itu, nilai WTP sepeda motor lebih kecil daripada nilai WTP mobil, bus dan KRL. Sehingga WTP sepeda motor dapat dijadikan batasan tertinggi tarif Jakarta LRT.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.