Analisis Kestabilan Lereng Low Wall Pit 7 Selatan Blok AM Yang Dipengaruhi Airtanah Di PT. Alamjaya Bara Pratama, Kecamatan Loakulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Evon Seplika Kadang, Tommy Trides, shalaho dina devy

Abstract


Kestabilitas lereng berkaitan dengan kelongsoran yang merupakan proses perpindahan massa tanah secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jarak muka airtanah , sudut kemiringan lereng, nilai kuat geser tanah dan jenis batuan lapisan penyusunnya yang memiliki nilai kohesi dan sudut geser dalam yang berbeda . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh muka airtanah terhadap kestabilan lereng lowwall, sehingga dapat mengetahui stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditampilkan dalam bentuk nilai faktor keamanan. Tahapan dari proses analisis kestabilan lereng ini dilakukan dengan menggunakan metode Morgen and Price yang dalam prosesnya analisisnya menggunakan software Slide 6.0. Parameter yang di gunakan yaitu sudut geser dalam, kohesi dan berat jenis tanah. Berdasarkan hasil analisis dengan metode tersebut diperoleh nilai faktor keamanan yang termasuk kedalam lereng tidak aman yaitu dengan faktor keamanan 0.789 dan  tergolong lereng aman saat dilakukannya dewatering dengan faktor keamanan 1.312. Penurunan muka airtanah dapat mempengaruhi kestabilan suatu lereng, semakin dalam jarak muka airtanah terhadap permukaan, maka semakin besar nilai faktor keamanannya dan semakin dekat jarak muka airtanah terhadap permukaan lereng, maka semakin kecil nilai faktor keamanannya. Dalam analisis imi juga di ketahui jenis akuifer tertekan, berdasarkan data log bor eksplorasi yang di interprestasikan dalam bentuk penampang dan hidrosratigrafi.

Keywords


Kestabilan lereng, muka airtanah, faktor keamanan, akuifer tertekan

Full Text:

15-22 PDF

References


Anonim (2018), 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang baik. Kementerian energi dan Sumber daya Mineral

Arif I., 2016. Geoteknik Tambang. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Bowless J. E, “Sifat – Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah), Edisi Kedua, Erlangga: Jakarta, 1989

Das M. Braja., Endah N., dan Mochtar I., B., 1988. Mekanika Tanah Jilid 1. Penerbir Erlangga. Jakarta

Handayani T., Wulandari S., & Wulan A,. 2014. Pengaruh Muka Airtanah terhadap Kestabilan Lereng Menggunakan Geoslope/w 7.12. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014), Vol 8. ISSN : 2302-3740. Oktober 2014

Hardiyatmo, Hary Chhristady. 2012. Mekanika Tanah I. Edisi keenam. Gadja Mada University Press. Yogyakarta.

Kodoatie, Robert J. 1996. Pengantar Hidrogeologi. Penerbit ANDI: Yogyakarta

_____________, 2012. Tata Ruang Airtanah. Penerbit ANDI : Yogyakarta.

_____________ dan Rustam. 2010. Tata Ruag Air. Penerbit ANDI : Yogyakarta.

Liu, D., H. and Bela G.L. 1999. Groundwater and Surfacewater Pollution. CRC Press LLC. New York

Look, Burt G. 2007. Handbook of Geotechnical Investigation and Design Tables. Taylor & Francis Group. London

Made Astawa Raid dan Suseno Kramadibrata. 2001. Mekanika Batuan. Intitute Teknologi Bandung. Bandung

Puradimaja, Deny J dan Irawan, Erwin D. 2015. Hidrogeologi Umum. Penerbit Ombak : Yogyakarta

Saptono S., Siri H., T., dan Setyowati I., 2014. Perencanaan Tambang 2. Penerbit Cv Awan Poetih. Yogyakarta

Subekti Imam. 2017. Geologi Teknik. Penerbit Teknosain : Yogyakarta

Supriatna, S., Sukardi., dan Rustandi. 1995. Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengebangan Geologi.

Triatmodjo, Bambang. 2008. Hidrologi Terapan. Beta Offset Yogyakarta : Yogyakarta

N. R. Morgenstren dan V. E. Price. 1965. The Analysis of the Stability of General Slip Surface. The Institution of Civil Engineers. London

Zakaria Z., Sohpian I., R., dan Nurhidayat T., 2014. Pengaruh Tinggi Muka Air Tanah Terhadap Faktor Kestabilan Lereng Tambang. Seminar Nasional Ke – III. ISSN 1579-8125.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.