EVALUASI GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUAN DAN BIAYA PELEDAKAN PT. TEGUH SINARABADI, KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtm.v6i2.1754Abstract
Batuan yang telah terberaikan atau yang disebut fragmentasi merupakan hal yang penting dari suatu hasil peledakan, karena fragmentasi batuan merupakan dampak langsung dari hasil peledakan yang akan mempengaruhi tahap selanjutnya. Berdasarkan standard perusahaan tingkat keberhasilan dari kegiatan peledakan adalah tingkat presentase boulder yang di bawah 15 %. Untuk menghasilkan fragmentasi yang baik banyak hal yang mempengaruhi yaitu geometri peledakan salah satu hal yang dapat dikontrol. Untuk menegetahui tingkat fragmentasi hasil peledakan dapat digunakan metode perhitungan dengan model kuz-ram dan teknik langsung dengan metode image analysis. Perhitungan biaya yang dikeluarkan juga perlu dihitung untuk mengetahui apakah kegiatan peledakan yang dilakukan ekonomis atau tidak. Delapan kali peledakan didapatkan tingkat fragmentasi boulder prediksi dengan menggunakan model kuz-ram yaitu: 19,72%, 16,56%, 14,35%, 16,35%, 14,09%, 14,94%, 15,27%, 16,90%. Sedangkan perhitungan tingkat fragmentasi batuan secara aktual digunakan metode image analysis dengan menggunakan software splitdekstop 2.0, dan didapatkan tingkat fragmentasi boulder yaitu: 20,77%, 19,58%, 15,90%, 17,35%, 15,80%, 16,92%, 16,60 %, 17,56 %. Dari masing masing kegiatan peledakan dihitung berapa biaya total peledakan yang dikeluarkan, dan didapatkan total biaya yang dikeluarkan yaitu: 0,256 $/BCM, 0,281 $/BCM, 309 $/BCM, 0,284 $/BCM, 0,322 $/BCM, 0,300 $/BCM, 0,282$/BCM, 0,274 $/BCM. Selanjutnya diberikan rekomendasi geometri peledakan yang baru berdasarkan persamaan R. L Ash (1963), C. J. Konya (1972), Anderson (1952), dan Austin Powder. Dari perhitungan biaya peledakan dicari persamaan hubungan antara biaya total peledakan dengan powder factor (PF) digunakan untuk mengestimasi biaya peledakan yang dikeluarkan sesuai dengan geometri usulan yang baru.
References
Austin Powder. 2002. The Blasters Guide: Common Formulas Used For Blast Design. Austin Powder Company.
Bhandari, Sushil. 1997. Engineering Rock Blasting Operations. A.A Balkema: Rotterdam.
Gokhale, Balchandra. 2009. Rotary Drilling and Blasting in Large Surface Mines. CRC Press: New York
Hustrulid, William. 1999. Blasting Primciples For Open Pit Mining : Vol 1 – Generally Design Concepts. 1999. A.A Balkema: Brookfield.
Jimeno, Carlos Lopez, 1995. Drilling and Blasting Of Rocks. A.A Balkema: Rotterdam.
Kartodharmo, Moelhim.1990. Teknik Peledakan. Institut Teknologi Bandung
Koesnaryo. 2001. Rancangan Peledakan Batuan. Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran: Yogyakarta.
Koesnaryo, S. 1988. Bahan Peledak dan Metode Peledakan. Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran : Yogyakarta.
Konya, Kalvin., 1991. Rock Blasting and Overbreak Control. National Highway Institute.
Konya, Kalvin dkk. 1990. Surface Blast Design. National Highway Institute.
Rustan, Agne. 1998. Rock Blasting Terms and Symbols. A.A Balkema : Rotterdam.
Sandvik, Tamrock. 1999. Rock Excavation Handbook. Sandvik Tamrock Corp
Siddiqui, Shah dan Behan. 2009. Measurement of Size Distribution of Blasted Rock Using Digital Image Processing. pp: 81-93.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).