PENGARUH VARIASI CAMPURAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP PRODUKSI BIOGAS

Edhi Sarwono, Febri Subekti, Budi Nining Widarti

Abstract


Abstract

 

Eceng gondok adalah tumbuhan air mengapung, perkembangbiakannya yang sangat pesat pada badan air menyebabkan keberadaannya dianggap sebagai gulma perairan. Selain eceng gondok, isi rumen juga merupakan limbah rumah potong hewan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam limbah isi rumen terdapat bakteri metanogenik yang berperan dalam pembentukan biogas. Biogas merupakan gas yang terbentuk dari perombakan bahan organik dalam keadaan anaerob, penelitian ini menggunakan bahan campuran eceng gondok dan isi rumen sapi dengan variasi perbandingan berat masing-masing dengan perlakuan 100% eceng gondok : 0% isi rumen sapi, 50% eceng gondok : 50% isi rumen sapi, dan 75% eceng gondok : 25% isi rumen sapi selama 62 hari penelitian. Produksi gas tertinggi terdapat pada campuran 75% eceng gondok dan 25% isi rumen sapi dengan total Produksi sebesar 10.525,28 mL, dengan penyisihan VS tertinggi sebesar 14,14%, pH akhir terendah pada 100% eceng gondok : 0% isi rumen sapi sebesar 5,1. Rasio C/N akhir sludge tertinggi pada 100% eceng gondok : 0% isi rumen sapi sebesar 22,4 dan terendah pada perlakuan 50% eceng gondok : 50% isi rumen sapi sebesar 16,3. Suhu tiap biodigester pada rentan suhu bakteri mesophilic yakni pada suhu 29-34°C. Warna nyala api ketiga biodigester rata – rata berwarna biru kemerahan.

 

Kata Kunci : Biogas, Eceng, Gondok, Rumen, Biodigester


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.