Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Burnout Pada Perawat di Rumah Sakit X

Agustinus Chrissang Maha Putra, Darmawan Muttaqin

Abstract


Perawat merupakan salah satu tenaga ahli di bidang kesehatan yang memiliki peran penting dalam merawat pasien. Perawat diharuskan bekerja secara profesional ketika melakukan pekerjaanya, seperti bekerja secara ramah di depan pasien dan menuntaskan pekerjaanya sesuai dengan tuntutan yang diberikan oleh rumah sakit. Banyaknya tuntutan yang diterima oleh perawat mengakibatkan profesi perawat rentan mengalami burnout. Fenomena tersebut yang membuat kesejahteraan psikologis perawat perlu diperhatikan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah dukungan sosial yang diterima perawat sudah terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dengan burnout. Partisipan penelitian merupakan 67 perawat rumah sakit X yang telah bekerja minimal dua tahun. Alat ukur Social Support questionnaire short form (SSQSR) dan Maslach Burnout Inventory (MBI) digunakan untuk mengukur dukungan sosial dan burnout. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara aspek kualitas dukungan sosial dengan burnout (r = - 0,397; p < 0,001) tetapi ditemukan tidak terdapat hubungan antara aspek kuantitas dukungan sosial dengan burnout (r = -0,114; p < 0,05). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa individu dapat mengatasi burnout ketika mampu merasakan kepuasan terhadap dukungan sosial yang diterima bukan terkait jumlah dukungan sosial yang diterima.

Keywords


dukungan sosial, burnout, perawat.

Full Text:

PDF

References


Citrawati,S.M (2011). Burnout Pada Perawat Yang Bertugas di Riang Rawat Inap dan Rawat Jalan RSAB Harapan Kita. Jurnal Psikologi, 9(2).

Kusasi, M. (2012). Pengaruh budaya organisasi, Efikiasi diri, dan Kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pegawai KANWIL Kementerian Agama Provinsi Kaltim. Jurnal Psikostufia Universitas Mulawarman, 1(2).

Kusuma, A. R., Adriansyah, M. A., & Prastika, N. D. (2013). Pengaruh Daya Juang, Kecerdasan Emosional, dan Modal Sosial Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dengan Persepsi Keadilan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 2(2), 100-116.

Leiter, M.P.& Maslach, C. (2009). Nurse turnover; the mediating role of burnout. Journal of Nursing Management 17, Page 331-339.

Mattson, M.(2011). Health as communication Nexus: A Service Learning Approach. Linking Health Communication with Social Support. USA: Kendall Hunt Publishing co.,hal.181-218.(Online: Https://www.researchgate.net/file.P ostFileLoader.html?id=5685e8716 1432562948b4567&assetKey=AS%3A312927217750017%401451619070742)

Masilihah. S (2011). Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosialdi Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT ASSYFA Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal Psikologi Undip, 1(2).

Nie, Z., Jin, Y., He, L., Chen, Y., Ren, X., Yu, J., & Yao, Y. (2015). Correlation of burnout with social support in hospital nurses. international Journal of Clinical and Experimental Medicine, 8(10), 19144-19149.

Nurullah, A.S. (2012). Received and Social Support: A Review of Current Evidence and Future Directions. American Journal of Health Studies, 27(3).

Praningrum, A. (2010). Burnout Karyawan di PT Harian Rakyat Bengkulu Pers. Jurnal Manajemen Bisnis, 1(1)

Prestiana, N.D., & Purbandini, D. (2012). Hubungan antara efikasi diri (Self efficacy) dan stress kerja dengan kejenuhan kerja (burnout) pada perawat IGD dan ICU RSUD Kota Bekasi. Journal Soul, 5(2).

Saeid, M., Nahid, A., Soheila, B., & Hadi, E. (2016). Burnout and Social Support in Bafq’s Miners. Global Journal of Medical Research: K Interdisciplinary, 16(4).

Saksri, S., Chunin, M., & Nokchan, C. (2018). Self-eficacy and Social Support Predicting Job Burnout of Teachers. International Journal of Recent Innovation in Academic research, 2(8), 206-216.

Sarafino,E.P. (2011). Linking Health Communication With: Social Support. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.

Sarason, I.G., Levine, G.M., Basham, R.B., & Sarason, B.R. (1983). Assessing Social Support: The Social Support Questionnaire. The American Psychological Association, 44(1), 127-139.

Sarason, I.G., Sarason, B.R., Shearin, E.N., & Pierce, G.R. (1987). A brief measure of social support: Practical and theoretical implications. Journal of Social and Personal Relationships, 4(4), 497-510. doi:10.1177/0265407587044007

Schaufeli, W.B., Maslach, C., & Marek, T. (1993). Professional burnout: Recent developments in theory and research. Washington, DC: Taylor & Francis.

Tawale, E.D., Budi, W., & Nurcholis, G. (2011). Hubungan antara motivasi kerja Perawat dengan kecenderungan mengalami burnout pada perawat di RSUD Serui-Papua. INSAN, 13(12).

Uchino, B. N., Carlisle, M., Birmingham, W., & Vaughn, A. A. (2011). Social support and the reactivity hypothesis: Conceptual issues in examining the efficacy of received support during acute psychological stress. Biological Psychology, 86(2), 137-142.

Woodhead, E., Northtrop, L., & Edelstein, B. (2014). Stress, Social Support, and Burnout Among Long Term Care Nursing Staff. Journal of Applied Gerontology, 1-22. doi:10.1177/0733464814542465




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v9i2.3901

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Psikostudia : Jurnal Psikologi

 

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id