Color Theraphy: Red Lipstick Meningkatkan Self Acceptence Mahasiswa Dalam Menghadapi Beauty Norms

Risma Fernanda, Maya Rizky Ramadhani, Bella Nadia Aprillia, Elda Trialisa Putri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat self acceptance mahasiswi FISIPOL Unmul setelah diberi metode color therapy dengan media lipstick merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dan desain yang digunakan adalah Static Group Comparison. Static Group Comparison merupakan desain eksperimen yang memberikan perlakuan hanya kepada satu kelompok. Subjek penelitian ini adalah 15 orang kelompok eksperimen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 23.0 for Windows. Berdasarkan hasil uji paired t test diperoleh hasil: (1) tidak ada perbedaan self acceptance mahasiswi FISIPOL unmul setelah diberi color therapy red lisptick yang ditunjukan dengan hasil pre test-post test kelompok eksperimen, dengan t hitung = -0,180 (< t tabel = 2,145) dan 𝑝 = 0,860 (𝑝> 0.05). Dan hasil post test-follow up, t hitung = -0,327 (< t tabel = 2,145) dan 𝑝 = 0,748 (𝑝> 0.05); (2) tidak ada perbedaan self acceptance mahasiswi FISIPOL Unmul setelah diberikan materi tentang self acceptance dan beauty norms yang ditunjukan dengan hasil pre test- post test kelompok kontrol, dengan t hitung = 2.033 (< t tabel = 2,145) dan 𝑝 = 0,061 (𝑝> 0.05). Dan hasil post test-follow up t hitung = -1.047 (< t tabel = 2,145) dan 𝑝 = 0,313 (𝑝> 0.05).

Keywords


color therapy, self acceptance, beauty norms

Full Text:

PDF

References


Atma, E.S. (2011). Pengaruh Warna Kemasan Terhadap Persepsi Rasa Pada Produk Minuman (Skripsi). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Bungin, B.M. (2008). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Berger & Thomas Luckmann. Jakarta: Kencana.

Chaplin, JP. (2011). Kamus Psikologi. Jakarta: PT Rajawali Pers.

Djaya, A.M. (2007). Natural Beauty Inner Beauty: Manajemen Diri Meraih Kecantikan Sejati dari Khazanah Tradisional. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Germer, CK. (2009). The Mindfull Path to Self Compassion. United state of America: Guilford Press.

Gunawati, R., Sri, H., & Anita, L. (2006). Hubungan Antara Efektifitas Komunikasi Mahasiswa-Dosen Pembimbing Utama Skripsi dengan Stres Dalam Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran

Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Universitas Diponogero. 3(2: 93-115.

Harini, N. (2013). Terapi Warna Untuk Mengurangi Kecemasan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. 1(2): 291-303.

Hurlock, EB. (2006). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Kasiyan. (2008). Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan.Yogyakarta: Ombak.

Latipun. (2008). Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.

Meilani. (2013). Terapi Warna: Penerapan Lingkaran Warna Dalam Berbusana. Jurnal Humaniora. 4(1): 326-338.

Murtiarti, A.N. (2004). Getar Gender Buku Kedua. Magelang: Indonesiatera.

Nazir, M. (2009). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurviana, E. (2006). Penerimaan Diri Pada Penderita Epilepsi. Jurnal Psikologi Proyeksi. 5(1): 1-13.

Permatasari, A.E., Marat, S., & Suparman, M.Y. (2016). Penerapan Art Therapy untuk Menurunkan Depresi pada Lansia di Panti Werdha X. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humani-ora, dan Seni. 1(1): 116-126.

Pratiwi, N.Y.P., Induniasih, & Asmarani, F.L. (2016). Pengaruh Terapi Warna Terhadap Tingkat Stres Lansia Di BPSTW Provinsi DIY Unit Budi Luhur Kasihan Bantul. Jurnal Keperawa-tan Respati Yogyakarta. 3(2): 6-9.

Rahayu, H.S.E. (2014). Pengaruh Chromotherapy Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Di Bangsal Upi RS. Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Journal of Holistic Nursing Science. 1(2): 22-30.

Reber, S.A., & Emil S.R. (2010). Kamus psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Robinson, JP., & Shaver, PR. (1974). Measure of Social Psychology Attitudes. Michigan: Institude for Social Research.

Rostamailis. (2005). Penggunaan Kosmetik Dasar Kecantikan, & Berbusana yang Serasi. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Schneider, CR. (2007). Positive Psychology: The Sci-entific a Practical Exploration Human Strengths. London: SAGE Publication.

Struthers, J. (2012). Terapi Warna: Cara Praktis Menggunakan Warna Untuk Menyembuhkan dan Meningkatkan Kualitas Hidup. Yogya-karta: Kanisius.

Syata, N. (2012). Makna Cantik di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Fenomenologi. (Skrpsi). Univesitas Hassanudin. Makassar.

Widyawati. (2008). Efektifitas Terapi Warna Biru Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Kabupaten Gro-bongan. (Thesis). Bandung: Universitas Dipone-goro.

Wolf, N. (2002). Beauty Myths: How Images of Beauty Used Against Women. New York: Morrow.




DOI: http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v8i1.2395

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Psikostudia : Jurnal Psikologi

 

Department of Psychology
Faculty of Social and Political Siences
Jl. Muara Muntai Kampus Gn. Kelua Samarinda 75411
Phone: +62 813 35350368
E-Mail: psikostudia@fisip.unmul.ac.id